Bahagia itu bukan dicari, Tapi diciptakan!
Bahagia itu satu kata yang simple namun
kadang dibuat rumit.
Yang pertama, sebagian orang menganggap
bahwa indikator bahagia adalah tertawa.
Padahal, tidak semua orang yang tertawa sedang bahagia, bisa jadi
tertawa itu hanya sebagai upaya untuk menutupi kesedihannya.
Dan yang kedua adalah Bahagia itu bukan
dicari, melainkan diciptakan. Jadi, jika kita tertawa maka kita bisa merasa
bahagia, Karena tertawa merupakan salah satu bentuk dari rasa syukur yang
diungkapkan lewat ekspresi wajah.
Nah sobat! Sekali lagi saya tegaskan,
bahwa kebahagiaan itu bukan dicari, tapi diciptakan.
Karena.....
Kalau kebahagiaan bisa dicari dan dibeli, pasti
orang-orang yang berduit akan membeli kebahagiaan itu. Dan kita akan sulit
mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.
Kalau kebahagiaan itu ada disuatu
tempat, pasti belahan lain dibumi ini akan kosong karena semua orang akan
berkumpul dimana kebahagiaan itu berada.
Untungnya kebahagiaan itu berada di
dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau
pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita perlukan adalah hati yang bersih
dan ikhlas serta fikiran yang jernih, maka kita bisa menciptakan rasa bahagia
itu kapanpun, dimanapun dan dengan kondisi apapun.
Karena kebahagiaan itu hanya dimiliki
oleh orang-orang yang bersyukur.
Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu
sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini.
Bersyukur adalah satu kemampuan yang
bisa dipelajari oleh siapapun.
Minggu, 17 Januari 2016
06:59 PM